News & Events

Bahagia dan Sukses Menjadi Orangtua Dengan Mindfulness

By Coach Hemma I Desember – 2020

  • Bahagia ?
  • Sukses ?

Siapa yang mau ? Saya yakin Anda semua pasti mau, saya juga mau. Apalagi bahagia dan sukses menjadi orangtua ya nggak ?

 Apakah Anda setuju jikalau saya katakan bahwa memerankan diri sebagai orangtua itu peran yang sangat “berat”, tanggung jawabnya sangat besar, ini bukan peran yang sembarangan…setuju ya.

Mengapa demikian ?

Karena sikap dan tindakan orangtua dalam mengasuh anak – anaknya memiliki dampak yang sangat besar dan signifikan terhadap kehidupan orangtua itu sendiri tentu juga anak – anaknya dan orang lain.

Jadi bila orangtua bahagia, maka mereka akan sukses menjalankan perannya sebagai orangtua bagi anak – anaknya dan anak – anaknya juga akan bertumbuh, berkembang dengan baik juga.

Sebaliknya jika orangtuanya stress, apalagi depresi dalam mengasuh anak – anaknya maka anak – anaknya tidak mendapatkan pengasuhan yang sesuai kebutuhan mereka untuk bertumbuh atau berkembang.

Bahagia duluan atau Sukses yang duluan ?

Banyak orang berpandangan bahwa bahagia bisa dirasakan kalau sukses sudah diraih, bagaimana menurut Anda ? Apakah Anda setuju atau punya pendapat yang berbeda ?

Pandangan ini akan memberikan pengaruh pada Anda, maka penting sekali buat Anda untuk mengetahui kebenarannya.

  1. Jikalau Anda berpandangan “bahagia duluan” maka step Anda untuk mewujudkan “Bahagia dan Sukses Menjadi Orangtua” adalah dari dalam diri Anda.
  2. Jikalau Anda berpandangan “sukses duluan” maka step Anda untuk mewujudkan “Bahagia dan Sukses Menjadi Orangtua” adalah dari luar diri Anda.

Menurut Anda, mana yang lebih memungkinkan untuk Anda kondisikan, “yang di dalam diri” atau “yang di luar diri Anda “ dulu ?

Tentu yang lebih mudah Anda kondisikan yang di dalam diri Anda dulu, setuju ya. Jadi kalau Anda ingin menjadi orangtua yang bahagia dan sukses, step pertamanya adalah mengkondisikan mental Anda untuk bahagia dulu.

Tapi hal itu bagi banyak orangtua terkesan sulit bahkan banyak yang meyakini tidak bisa. Namun kalau Anda mengaplikasikan mindfulness dalam pola asuh Anda maka hal itu sangat, sangat bisa.

Ok, saya akan sharekan polanya disini dan lebih jelasnya lagi saya jelaskan di bagian lain artikel ini :

Melatih “mind” Anda Mindfulness –> Kondisi mental menjadi bahagia –> Tindakan mengasuh anak berjalan baik –> Sistim pola asuh berjalan baik –> Sukses sebagai orangtua

Orangtua bahagia dengan mindfulness

Yang “di dalam mempengaruhi yang di luar” demikian sebaliknya

yang “di luar mempengaruhi yang di dalam”.

Memanglah benar bahwa antara yang di dalam (mental / mind Anda) dengan yang di luar (keadaan / anak Anda) saling mempengaruhi. Namun satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah yang di dalam (mental Anda) otoritasnya ada pada diri Anda, jadi Anda lebih leluasa jika ingin mengembangkannya, sedangkan yang di luar (keadaan / anak Anda) otoritasnya bukan pada diri Anda tapi ada di mereka, jadi Anda tidak bisa semena – mena mengubah atau membentuknya.

Jika hal (Hukum) di atas tidak Anda pahami maka bisa jadi Anda akan memaksakan diri dalam mengasuh anak Anda dan jikalau terjadi penolakan dari anak Anda, maka Anda akan stress bahkan depresi. Dan kondisi ini tentunya tidak baik.

Itulah penjelasannya mengapa jika ingin sukses mengasuh anak step pertamanya adalah mengolah yang di dalam (mental / mind) dulu, yaitu mengkondisikan mental Anda bahagia. Dengan mengkondisikan mental Anda bahagia maka hal – hal positif yang dibutuhkan anak Anda mudah Anda deliverykan dan mereka juga mudah menerima, serap dan kembangkan.

5 Langkah Mengkondisikan Mental Bahagia Dalam Mengasuh Anak dengan Mindfulness

  1. Memunculkan motivasi yang baik dan benar tentang tujuan mengasuh anak
  • Contoh : Anda bisa tuliskan motivasi mengasuh anak di sebuah diary Anda. Motivasi saya adalah mendampingi dan mensupport anak saya untuk menyadari betapa berharga hidupnya dan bersemangat untuk mengembangkan dirinya.
  1. Memunculkan tekad untuk melatih mental / mind Anda agar terbiasa sadar / tahu secara rutin dan disiplin ( 2 – 3 Kali / hari, @ 5 – 10 menit )
  • Contoh : Menetapkan waktu dan secara rutin melatih mental / mind untuk bermeditasi
  1. Melatih mental / mind secara “formal” ( bersila atau duduk di kursi ) dengan menyadari / mengetahui objek fisik maupun objek mental baik yang datang maupun yang pergi
  • Contoh : Meditasi dengan tempat dan waktu tertentu
  1. Melatih mental / mind secara “informal” (dalam aktivitas mengasuh anak) dengan menyadari / mengetahui aktivitas indera maupun mental Anda saat berinteraksi dengan anak
  • Contoh : Dalam pembicaraan dengan anak, maka Anda bisa bersikap memperhatikan baik ucapan anak maupun menyadari bahwa diri Anda saat ini – disini sedang mendengar
  1. Selalu berpedoman bahwa Anda dan anak Anda memiliki kesamaan, yaitu ingin bahagia dan tidak ingin menderita. Jadi hindarkan / hilangkan prasangka buruk baik terhadap diri sendiri maupun anak terlebih dengan menghakimi atau menilainya
  • Contoh : Anda melihat sendiri bahwa kakak sedang memukul adiknya, maka Anda bisa minta kakak dan adik satu persatu menceritakan kronologi kejadian dengan bersikap bijak tanpa berpersepsi agar mendapat kejelasan persoalnnya

Orangtua sukses dengan mindfulness

Kesuksesan memiliki perbedaan dengan kebahagiaan. Kalau kebahagiaan faktornya ada di dalam diri Anda, kalau kesuksesan faktornya ada di dalam dan di luar diri Anda. Artinya, untuk meraih kesuksesan Anda bukan saja bergantung pada mental / mind Anda tapi juga bergantung pada kondisi / orang lain (anak), untuk itu Anda butuh sekali wawasan dan skill.

Contohnya :

  • Wawasan tentang “fase – fase anak” yang berpengaruh terhadap pola asuh yang diterapkan, untuk anak yang berusia 0 – 7 thn pola asuhnya berbeda dengan yang berusia 8 – 12 thn, terus beda lagi untuk remaja usia 13 – 18 thn.
  • Skill tentang “komunikasi efektif” yang berpengaruh terhadap relasi Anda dan anak. Bagaimana menyampaikan pesan yang efektif, bagaimana mendengar aktif dll

Agar wawasan dan skill parenting itu bisa Anda praktikkan secara optimal maka kondisi internal (mental / mind) Anda idealnya dalam kondisi bahagia (seperti yang sudah saya jelaskan di atas).

Jadi untuk mewujudkan “orangtua yang sukses” Anda butuh wawasan dan skill yang ditujukan untuk mendampingi dan mendukung perkembangan anak – anak Anda.

Dengan menekuni 5 langkah di atas ( 5 Langkah Mengkondisikan Mental Bahagia Mengasuh Anak dengan Mindfulness ) maka akan sangat membantu Anda dalam memperkaya wawasan dan mengasah skill parenting Anda.

Mengapa bisa sangat membantu ? Karena dengan berada dalam kondisi mental bahagia maka :

  1. Mental / mind Anda bisa lebih tenang
  2. Anda lebih responsif ketimbang reaktif ( menanggapi sikap dan perilaku anak – anak )
  3. Anda lebih tenang dalam mengkomunikasikan sesuatu kepada anak – anak
  4. Anda lebih rileks dalam mengaplikasikan “parenting skill”
  5. Anda lebih adaptif dan fleksible dalam menghadapi kondisi anak – anak yang masih “moody”

Ok, semoga setelah Anda membaca artikel ini Anda semakin mengerti dan memahami betapa pentingnya aspek mindfulness untuk Anda dalam rangka menjadi orangtua yang bahagia dan sukses.

Jikalau Anda ingin mengetahui dan berlatih meditasi dengan metode yang benar, saya rekomendasikan Anda untuk mengunjungi website https://www.tergarasia.org/indonesia/about-tergar-indonesia/

Salam hangat selalu,
Coach Hemma