News & Events

HMM… PARENTING???

Oleh Shienny – Ketua MSPA Preschool – Kindergarten

Ketika berbicara tentang parenting, dua kata kunci pertama yang terlintas di benak kita mungkin adalah orang tua dan anak. Namun apakah anda benar-benar sudah paham betul makna dari parenting itu sendiri dan kaitannya dengan anak-anak dan peran orang tua tersebut?

Berikut adalah beberapa makna parenting yang diambil dari berbagai nara sumber.

Jika mengutip definisi dari APA (American Psychological Association), parenting adalah suatu pola pengasuhan yang dilakukan dalam hubungan antara orang tua dan anak dengan tiga tujuan utama:

  • Memastikan anak-anak selalu dalam keadaan sehat dan aman.
  • Mempersiapkan anak-anak agar tumbuh menjadi produktif.
  • Menurunkan nilai-nilai budaya.

Dimana keberhasilannya ditentukan oleh hubungan yang sehat dan berkualitas antara orangtua dan anak. Oleh karena itu sebagai orang tua, kita harus membekali diri dengan ilmu-ilmu parenting agar kita bisa menjalankan peran orang tua dengan lebih baik.

Sedangkan jika mengikuti definisi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, parenting dipahami sebagai sebuah interaksi yang terjadi antara orang tua dan anak dengan tujuan mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual dan spiritual.

Menurut Masud Hoghughi, (Direktur dari Aycliffe Centre for Children, Country Durham yang juga menyandang gelar anggota kehormatan sebagai Professor fakultas Psychology, University of Hull, Amerika), pengasuhan meliputi pengasuhan fisik, pengasuhan emosi dan pengasuhan sosial.

Berangkat dari semua informasi terkait makna parenting tersebut, pastinya kita sudah menjadi sedikit lebih paham dimana pada dasarnya parenting adalah proses kegiatan yang melibatkan hubungan antara orang tua dan anak, dimana dalam hal ini peran orang tua yang paling mendasar adalah sebagai pengasuh sekaligus pendidik untuk anak.

Akan tetapi yang menjadi masalah adalah ketika kita menjalani proses kegiatan parenting tersebut, dengan segala hiruk-pikuk kehidupan dan segala kondisi yang ada, kadang-kadang kita menjadi lost dan lupa akan prioritas atau tujuan utama peran kita sebagai orang tua. Kita juga cenderung lupa akan harapan terbesar kita yang sebenarnya untuk si anak.

Mungkin banyak dari kita yang telah rajin mengikuti seminar ataupun membaca artikel-artikel terkait parenting dengan harapan agar kita bisa menjalankan apa yang kita rasa benar dan telah sesuai dengan informasi yang kita terima. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak orang yang cenderung tetap hanya fokus pada kesuksesan duniawi seperti kesuksesan dalam bidang akademis, kesuksesan dalam berkarir dan kesuksesan materi, tanpa mengindahkan perlu adanya kesuksesan batin yakni perasaan bahagia si anak (bahagia yang sesungguhnya), memiliki sifat caring / perduli, empati dan simpati.

Padahal untuk bisa menjadi pribadi yang baik dan kuat dalam menjalani hidup, dibutuhkan pula kesuksesan batin. Karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa dalam hidup akan selalu ada badai masalah yang harus kita hadapi, sebab sukses dibentuk dari kesukaran dan air mata.

Pertanyaannya apakah anda sudah membekali anak-anak dengan kesuksesan batin tersebut agar anak memiliki kemampuan untuk bertahan di dalam setiap kesukaran tersebut?

Terlepas dari salah atau benar cara kita dalam menjalankan parenting, cobalah untuk mengingat kembali bahwa tujuan utama orang tua sebagai pengasuh dan pendidik sebenarnya adalah untuk mempersiapkan si anak agar kelak bisa berdiri di kakinya sendiri ketika ia terjun ke dalam masyarakat yang sesungguhnya. Dan harapan terbesar orang tua adalah untuk melihat anaknya bahagia. Bahagia yang sesungguhnya, yaitu meaningful happiness.

“There is no such thing as a perfect parent. So just be a real one.”

(Sue Atkins)

Facebook Comments