News & Events

Pentingnya Berbahasa Cinta untuk Tumbuhkan Pribadi Yang Matang

Ditulis oleh Frengky, M.A. – Deputi Yayasan Pendidikan Metta

Permasalahan anak atau remaja bahkan orang dewasa tidak terlepas dari kurangnya tangki cinta yang dimiliki oleh individu. Menurut psikologi berkelanjutan yang menyakini bahwa kehidupan seseorang dimulai dari janin hingga hari ini sangat saling berpengaruh di setiap fasenya. Jika ada fase yang belum atau tidak berkembang dengan baik maka fase-fase berikutnya akan melahirkan dampak yang nyata dan dapat dialami sebagai gangguan dalam tata cara berkehidupan sehingga melahirkan pribadi yang kurang matang dalam cara bersikap dan bertindak dan terkesan kekanak-kanakan.

Dr. Gary Chapman telah merumuskan pentingnya 5 bahasa cinta yang patut dimiliki sejak dini dalam fase kehidupan manusia. Kelima bahasa cinta itu sebagai berikut:

  1. Words of affirmation atau kata-kata positif Sederhananya
    Word of affirmation yaitu memberikan ekspresi kasih sayang melalui kata-kata pujian, bersifat positif dan apresiasi atau penghargaan. Berilah pujian-pujian yang tepat kepada anak-anak kita di saat ia mampu melampaui hal-hal yang sederhana hingga yang kompleks. Berimbanglah dalam memberikan komentar dan pujian agar anak-anak kita memahami kedua nilai ini dan mendapat manfaat dari kedua respon yang kita berikan baik komentar atau pujian. Kata-kata afirmasi juga dapat berupa perulangan kalimat positif yang dapat disampaikan kepada anak-anak kita dan baik untuk disampaikan setiap hari, misalnya “ Semakin hari, El semakin rajin belajar, semakin senang membantu mami,…”. Kalimat-kalimat ini perlu disusun dengan kalimat yang benar dan hindari kalimat negatif seperti “El kurangi kemalasannya ya…”. Perhatikan rasa bukan sekedar makna dalam membuat kalimat afirmasi yang positif agar anak kita mudah untuk melaksanakannya dan juga memahami makna positif dengan langsung.
  2. Quality time atau waktu yang berkualitas.
    Anak kita tidak memerlukan waktu yang banyak tetapi membosankan dan cenderung menghakimi atau berisi komentar-komentar kurang enak didengar. Berilah waktu berkualitas yang berarti waktu bukan panjang atau lama tetapi waktu walau singkat terasa penting bagi mereka. Di masa berkembangnya smartphone atau kecanggihan teknologi komunikasi terkadang memberikan dampak kepada minimnya interaksi langsung orangtua dengan anak mereka. Apalagi dengan beragam alasan mulai dari pekerjaan yang padat dan penuhnya jadwal bertemu dengan orang lain memberikan semakin sulit orangtua memberikan waktu berkualitas terhadap anaknya. Namun di saat bencana relasi datang seperti tiba-tiba anaknya mogok sekolah, frustasi hingga depresi akut maka orangtua barulah meluangkan waktu untuk anak mereka dan tentu hal ini sudah terlambat. Ayo ajaklah anak kita bermain, dengarkan ia bercerita, kontak dengan 100% dengan anak kita tinggalkan sesaat smartphone kita, medsos kita dan lainnya, berilah waktu anda sesaat tetapi penuh kualitas untuk buah hati kita.
  3. Physical touch atau sentuhan fisik.
    Sentuhan fisik menjadi bagian awal perkembangan rasa aman yang diperoleh seorang bayi yang baru lahir. Lihatlah dan ingatlah ketika seorang bayi lahir di dunia ini, ia akan menangis dan akan terdiam segera setelah mendapat pelukan dari orang di sekitarnya seperti ayah atau ibunya. Peluk dan cium untuk anak kita menjadi bagian penting untuk dijadikan ritual yang baik guna mengisi tangki cinta anak kita dalam hal kepercayaan diri. Di saat anak kita mendapat pelukan dan ciuman mereka secara tidak langsung menemukan konsep diri mereka sebagai seorang manusia yang mendapat kasih sayang, mendapat perhatian dan mendapat pengertian bahwa keberadaan dia diakui oleh orang lain. Pengakuan ini menjadi poin penting dalam pengembangan kualitas cinta ketiga ini yaitu sentuhan fisik.
  4. Acts of service atau bantuan yang tulus.
    Bahasa cinta ini ‘diucapkan’ langsung dengan aksi dan perbuatan. Selalin kita memberikan waktu berkualitas, upayakan juga untuk ringan tangan untuk peduli atas hal-hal yang dilakukan anak kita. Lihatlah ketika ia sedang berupaya keras untuk dapat berjalan dengan dua kakinya, kita dapat memberikan bantuan dengan memberikan dukungan dengan sikap mendukung dan kata-kata seperti ,”Ayo… terus, lagi…”. Jika ia sedang ingin belajar naik sepeda roda dua, kita dapat menemaninya dan mengajarkannya, walau dalam 1 hari tidak berhasil, kita dapat memberikan bantuan dukungan dan terus beri semangat kepada anak kita agar ia mau mencobanya di hari-hari berikutnya hingga akhirnya ia dapat bersepeda. Tindakan memberi bantuan atau acts of service ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian dia atas orang lain, dan ia akan mudah untuk juga peduli atas hidupnya dan jika ia peduli dengan hidupnya ia akan memilih jalan hidup yang membuat ia berkembang dan maju.
  5. Receiving gifts atau menerima hadiah.
    Penerimaan hadiah tidak harus ketika seseorang sedang berulang tahun, namun juga dapat diberikan ketika seseorang berhasil mencapai sesuatu yang diperoleh dengan upaya yang lebih, atau juga dapat kita berikan dalam bentuk surprise terkesan mendadak dan selalulah artikan pemberian sebagai bentuk penghargaan atas upaya baik yang dilakukan. Pemberian hadiah tidak harus mahal dan banyak, namun pemberian hadiah lebih kepada momen pemberiannya dan bentuk hadiahnya pun dapat sesederhana mungkin, yang terpenting adalah momen penghargaannya

Mari kita kembangkan kelima bahasa cinta di atas untuk menumbuhkan cinta dalam diri kita dan juga cinta untuk anak-anak kita serta orang-orang di sekitar kita. Semoga cinta ini membawa ke kematangan pribadi yang tangguh dan penuh kepedulian.

(sumber Kompas.com 19/02/2020, 15:04 WIB dengan judul mengenal 5 bahasa cinta, karena ia ingin dimengerti dibaca pada tanggal 21/10/2020 pukul 12:30 WIB).

Facebook Comments