News & Events

“Meditasi Diantara Kebahagiaan dan Kesuksesan Anda”

By Coach Hemma

images by Nick Fewings

Keinginan manusia dari dulu sampai sekarang intinya tetap sama, yaitu ingin bahagia dan tidak ingin menderita. Yang membedakan adalah cara dan jalur untuk mewujudkannya.

Ada berbagai macam jalur untuk mewujudkannya dan dari berbagai macam jalur tsb, kita bisa menggolongkan menjadi 2 jalur besar, yi :

  • Jalur spiritual
  • Jalur non – spiritual

Di sini saya akan membahas yang dari “jalur non – spiritual” karena lebih relevan dengan saya dan Anda.

Dari apa yang saya baca, pelajari dan praktik mengcoaching di lapangan, bisa saya katakan kebanyakan orang berpandangan bahwa untuk bisa bahagia maka seseorang harus mencapai kesuksesan terlebih dulu baru bisa bahagia, contoh :

  • sukses sebagai pelajar ( sekolah – universitas )
  • sukses sebagai pengusaha / profesional
  • sukses sebagai orangtua sampai
  • sukses sebagai kakek – nenek dari cucu-cucunya.

Jadi kata kuncinya (menurut pandangan umum) disini adalah untuk merasa bahagia harus meraih sukses terlebih dulu.

Pertanyaannya sekarang adalah apa benar orang yang sukses, pasti bahagia ? Faktanya tidak. Ada orang yang sukses dan mereka merasa bahagia, ada juga orang yang sukses tapi tidak merasa bahagia.

Kita tidak bisa pungkiri bahwa kesuksesan itu bisa mengkondisikan orang merasa bahagia walaupun bukan sebagai penentunya ( topik ini akan saya bahas di artikel yang lain ).

Sesungguhnya bahagia atau tidaknya seseorang bukan ditentukan oleh sukses atau tidak suksesnya seseorang ( cat : kesuksesan didefiniskan sebagai pencapaian prestasi ).

Bahagia atau tidak bahagianya seseorang ditentukan oleh sejauh mana orang tsb “terhubung dengan atau mengenali” kualitas sejati dirinya.

Bahagia itu adalah satu kondisi mental seseorang (mental state) yang memiliki pengaruh positif terhadap semua aspek kehidupan dia dan lingkungannya. Dan dari banyaknya research atau studi yang saya baca membuktikan bahwa orang yang bahagia itu ternyata :

  • lebih mudah meraih kesuksesan
  • cenderung lebih sehat ( fisik & mental ) hidupnya
  • lebih berkembang karirnya
  • lebih sukses dalam membangun relasi dengan anggota keluarga
  • lebih sukses dalam membangun relasi dengan lingkungan sosialnya
  • Dan masih banyak sukses – sukses yang lain

Dengan kalimat yang lebih bebas bisa dikatakan, “kesuksesan itu lebih mudah Anda raih dikala kondisi mental Anda bahagia”.

Meditasi dan kebahagiaan

Di atas saya mengatakan bahwa “kesuksesan itu lebih mudah diraih oleh orang yang kondisi mentalnya bahagia” dan bahagia itu sendiri adalah “saat kita terhubung atau mengenali kualitas sejati diri kita”. Nah sekarang apa relevansinya hal tsb dengan meditasi?

Apa itu meditasi ?

Ok, saya akan mulai dengan pertanyaan ini, “saat Anda mendengar atau membaca kata “meditasi” apa yang muncul dalam pikiran Anda ?”.  Apakah seperti beberapa jawaban di bawah ini :

  • Konsentrasi
  • Menghilangkan pikiran
  • Rileks
  • Blissful
  • Duduk bersila
  • Butuh waktu berjam – jam
  • Membosankan karena tidak melakukan apa – apa
  • Fokus (nafas masuk – keluar)
  • Hanya dilakukan oleh orang berkeyakinan tertentu ( Buddha atau Hindu saja )

Saya tadinya juga memberikan jawaban satu di antara jawaban di atas, maka sebab itu saya dulunya menganggap meditasi itu susah untuk dipraktikkan oleh orang awam ( non-spiritual ) seperti saya ini dan akhirnya saya berhenti berlatih dalam waktu yang cukup lama.

Sesungguhnya meditasi bukan seperti jawaban di atas. Meditasi bukan tentang konsentrasi, bukan tentang fokus, bukan tentang tidak melakukan apa – apa, apalagi tentang harus duduk bersila selama berjam – jam.

Meditasi itu tentang kesadaran ( awareness ), tentang mengenali, tentang mengetahui. Saat objek indra ataupun mental ( pikiran dan perasaan ) terhubung dengan kesadaran Anda maka itulah yang dinamakan meditasi. Itulah yang saya pelajari dari Mingyur Rinpoche, seorang Guru Meditasi.

Contoh :

  • saat mata Anda melihat bentuk atau
  • saat telinga Anda mendengar suara atau
  • saat hidung Anda mencium bau atau
  • saat lidah Anda merasakan rasa atau
  • saat kulit / tubuh Anda merasakan sensasi atau
  • saat pikiran Anda memikirkan sesuatu atau
  • saat perasaan Anda merasakan emosi

dan . . . kesadaran Anda mengenali atau mengetahuinya, itulah meditasi.

Jadi selama Anda menyadari atau mengetahui “objek” dan juga “apa yang sedang dilakukan oleh indra atau mental Anda” itulah yang dimaksudkan dengan meditasi.

Anda juga bisa menggunakan kesadaran Anda sendiri sebagai objeknya, jadi Anda menyadari kesadaran Anda sendiri. Di sini Anda tidak perlu menyadari objek tertentu ( seperti bentuk, suara, rasa, sensasi, bau / udara, bentuk pikiran maupun emosi ).

Itulah sebabnya meditasi sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apa saja.

Meditasi mengkondisikan munculnya perasaan bahagia

Saat Anda menyadari atau mengetahui apa yang indra atau mental Anda lakukan saat itulah sesungguhnya Anda sedang terhubung atau mengenali kualitas sejati diri Anda. Kualitas sejati yang Anda kenali disini adalah Kesadaran ( awareness ).

Saat indra atau mental Anda mengenali atau terhubung dengan kesadaran, maka Anda sebenarnya berada di luar “cengkraman / hasutan” mental Anda ( monkey mind ). Dan moment itu Anda mendapati pengalaman – pengalaman, seperti perasaan damai, tenang, jernih dll. Selain itu kreativitas, kapabilitas, potensi – potensi pada bermunculan.

Dikondisi saat indra atau mental Anda mengenali atau terhubung dengan kesadaran itulah Anda berada dalam state bahagia dan Andapun lebih kreatif, responsif, flexible, adaptif dan produktif.

Jadi disitulah peran meditasi dalam mengkondisikan kebahagiaan yang pada akhirnya diikuti oleh kesuksesan, persis seperti yang telah dibuktikan oleh banyak peneliti baik dibidang psikologi maupun neuroscience.

Jadi bagaimana menurut Anda tentang pentingnya meditasi untuk Anda dan keluarga ? Apakah sebuah kegiatan yang perlu dijadikan kebiasaan atau sebuah kegiatan yang cukup/sekedar diketahui saja ?

Ok, semoga penjelasan singkat ini bisa menjadi informasi yang cukup menarik dan berharga untuk Anda dan keluarga jadikan kebiasaan.

Nantikan artikel – artikel selanjutnya tentang “meditasi dan parenting”, “meditasi dan prestasi anak” dan “meditasi dan pengajaran di sekolah”.

Salam hangat selalu,
Coach Hemma

Facebook Comments